Masjidil Haram Makin Canggih, Kini Ada AI dan Digital Twin

Foto: Booth Al-Haramain, GACHM. Sumber: ajel.sa
Kalau selama ini pengelolaan dua masjid suci identik dengan tenaga manusia dalam jumlah besar, gambaran itu perlahan bergeser. Arab Saudi kini merambah teknologi kecerdasan buatan atau AI, digital twin, Internet of Things (IoT), sampai jaringan 5G khusus untuk mendukung operasional Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Bukan sekadar gimmick, teknologi-teknologi ini dipakai untuk kebutuhan yang cukup krusial, mulai dari mengelola kerumunan jutaan jemaah, merawat fasilitas, mengatur aset dan energi, menjaga keamanan, mobilitas, sampai menganalisis data operasional.
Seluruh perkembangan ini dipamerkan langsung oleh General Authority for the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet's Mosque dalam konferensi teknologi LEAP di Riyadh, tempat otoritas tersebut tampil sebagai salah satu sponsor.
Digital Twin untuk Dua Masjid Suci
Salah satu yang jadi sorotan dalam pameran itu adalah teknologi digital twin, yakni replika digital dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Teknologi ini ditampilkan lewat visual interaktif yang menggabungkan citra nyata dengan model tiga dimensi dan data terkini.
Dengan pendekatan ini, cara mengelola dan mengoperasikan fasilitas di dua masjid suci bisa "dilihat" secara lebih utuh, seolah ada replika digital yang bergerak mengikuti kondisi lapangan yang sesungguhnya. Teknologi ini juga jadi cara memperlihatkan bagaimana fasilitas dikelola untuk melayani jutaan pengunjung setiap harinya.
Selain digital twin, otoritas turut memperkenalkan pusat operasi terpadu, jaringan 5G khusus, serta pemanfaatan IoT dan AI secara lebih luas. Pengunjung pameran bahkan diajak merasakan pengalaman imersif seperti berada langsung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Bukan Cuma soal Infrastruktur Digital
Penerapan teknologi ini tidak berhenti di layar dan jaringan saja. Salah satu area yang paling terasa manfaatnya adalah pengelolaan kerumunan, mengingat kepadatan pengunjung di kedua masjid bukan perkara kecil.
Di luar itu, teknologi pintar juga merambah beberapa sisi operasional lain:
- Pemeliharaan fasilitas
- Pengelolaan aset dan energi
- Keamanan dan mobilitas pengunjung
- Analisis data untuk mendukung pengambilan keputusan
Semua ini pada akhirnya diarahkan untuk satu tujuan, memperkuat keselamatan, mempercepat respons layanan, dan membuat pengalaman jemaah di dua masjid suci makin nyaman.
Saudi Buka Peluang Kolaborasi
Kehadiran otoritas pengelola dua masjid suci di ajang LEAP juga bukan tanpa maksud lain. Selain memamerkan capaian, mereka turut membuka pintu bagi solusi teknologi baru dan keahlian yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan layanan ke depan.
Peluang menjalankan proyek percontohan hingga transfer pengetahuan pun turut ditawarkan, mengundang perusahaan teknologi, organisasi, dan para ahli untuk menjajaki kolaborasi lebih lanjut.
Apa Artinya bagi Jemaah?
Bagi jemaah yang berencana umrah atau haji, perkembangan teknologi seperti ini biasanya berdampak langsung pada kenyamanan selama beribadah, misalnya lewat pengaturan kerumunan yang lebih rapi, respons layanan yang lebih cepat, hingga fasilitas yang lebih terjaga meski dipakai jutaan orang.
Sunnah Travel memandang perkembangan semacam ini sebagai kabar baik, sebab pada akhirnya seluruh transformasi digital di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bermuara pada satu hal, membuat ibadah jemaah dari mana pun asalnya berjalan lebih tenang dan lancar.
Artikel ini disusun berdasarkan data dan pemberitaan Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), 31 Agustus 2026.